Semakin lama, perkembangan teknologi pun makin pesat. Dunia berubah dengan teknologi baru hampir setiap hari. Smartphone, komputasi awan, atau tablet multi sentuh, semua inovasi ini merevolusi hidup kita. Namun, ini baru permulaan.
Berikut ini adalah teknologi yang akan berkembang di masa depan;
Blockchain
Blockchain adalah sebuah konsep teknologi yang dapat membukukan transaksi data melalui catatan yang disebut block. Teknologi ini diklaim sebagai sistem yang paling aman karena tidak dipegang satu organisasi, melainkan ribuan komputer publik. Tahun 2017, Blockchain menjadi populer lantaran mata uang kripto sejenis Bitcoin mengalami lonjakan dengan nilai yang fantastis. Meski begitu, banyak negara yang belum melegalkan transaksi melalui mata uang digital yang satu ini. Tetapi, itu belum seberapa. Sebab, tahun 2018 digadangkan sebagai tahun mata uang kripto mulai dilirik. Selain bitcoin, alternatif mata uang digital lainnya mulai berani unjuk gigi, salah satunya adalah Etherum dan Litecoin.
Kecerdasan buatan
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan salah satu teknologi yang mewarnai sejumlah momen tahun 2017. Sebab, tahun lalu kecerdasan buatan sudah mulai bertindak sebagai komputer otonom yang dapat mengerjakan tugas tertentu.

Contohnya, robot Sophia yang diciptakan Hanson Robotics. Kecerdasan buatan yang ditanamkan pada robot ini diklaim sebagai yang paling canggih. Sebab, Sophia dapat berbicara sekaligus menanggapi lawan bicaranya, serta mengeluarkan beragam ekspresi. Sophia pun diberi kehormatan sebagai Robot pertama yang diberi kewarganegaraan oleh Pemerintah Arab Saudi. Selain Sophia, beberapa kecerdasan buatan lain telah tercipta dari tangan sejumlah ahli. Hal itu antara lain kecerdasan buatan yang mampu menulis kisah horor, hingga kecerdasan buatan yang diciptakan untuk melakukan analisis dan pemilahan data rumit untuk menggantikan manusia.
Augmented Reality (Realitas Buatan/AR)
Selain kecerdasan buatan, teknologi augmented reality (AR) atau realitas buatan banyak digunakan sejumlah perusahaan teknologi. Sebab, teknologi ini dirasa lebih mudah digunakan dibandingkan saudara jauhnya, virtual reality (VR). Guna mengadopsi AR, pengguna hanya memerlukan perangkat yang dilengkapi dengan kamera seperti smartphone. Alhasil, sejumlah obyek imajiner dapat muncul pada layar ponsel setelah pengguna mengaktifkan aplikasi yang sudah mengadopsi teknologi ini.

Permainan Pokemon Go! menjadi salah satu aplikasi berteknologi AR yang pernah hype di hampir seluruh penjuru dunia. Meski animo terhadap Pokemon GO! kini mulai menurun, sejumlah aplikasi masih menerapkan teknologi AR. Teknologi ini dinilai sebagai hal yang cukup potensial jika digunakan untuk masa depan. Saking potensialnya, dua raksasa teknologi, Google dan Apple berlomba untuk menciptakan AR terbaiknya melalui ARCore dan ARkit.
Asisten suara
Tren asisten suara banyak diterapkan tahun 2017. Sejumlah perusahaan seperti teknologi sepeti Alexa dari Amazon, Cortana dari Microsoft dan Siri dari Apple mewarnai pasar asisten suara tahun lalu. Seperti asisten pada umumnya, asisten suara mampu membantu pengguna perangkat melakukan banyak hal sesuai dengan kebutuhannya. Ia dapat membantu mengatur jadwal, membuat panggilan, serta menulis pesan singkat berasarkan perintah suara dari pemilik perangkat.
Di tahun 2018, pamor asisten suara diprediksi tidak akan meredup. Sebab penggabungan antara dunia digital dengan pekerjaan nyata merupakan hal praktis yang dibutuhkan oleh masyarakat. Belum lagi jika mengingat sejumlah perusahaan pencipta asisten suara adalah perusahaan besar yang haus akan inovasi. Bisa jadi fitur asisten suara bakal diperbarui, sehingga dapat melakukan lebih banyak perintah.
Trend Internet Of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas saat ini. Teknologi IoT adalah konsep perangkat yang mampu mentransfer data tanpa perlu terhubung dengan manusia, melainkan internet sebagai medianya. Sederhananya manusia tidak perlu mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara langsung. Melainkan manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh dengan smartphone masing masing.
Syarat perangkat dapat dikatakan IoT adalah, perangkat tersebut diberi chip mikrokontroller yang telah diprogram. Perangkat tersebut terhubung dengan smartphone pengguna dengan internet sebagai medianya. Jadi selama perangkat dan smartphone pengguna terhubung dengan internet, maka pengguna dapat mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh.
Saat ini sudah banyak bidang-bidang pekerjaan atau alat-alat rumah tangga bahkan pemerintahan yang menjadikan IoT sebagai teknologi. Bahkan dibeberapa negara maju sudah memiliki kota pintar atau smart city yang cukup berkembang pesat.
Di Indonesia penggunaan teknologi IoT untuk menjadi Smart City sedang dikembangkan oleh Kota Jakarta dan Bandung. Sampai saat ini pembangunan Smart City di Bandung cukup berkembang dengan pesat. Kini bandung memiliki 5000 wi-fi di setiap ruang publik, Kartu Bandung Pintar yang bisa digunakan untuk berbagai macam pembayaran secara elektronik di beberapa fasilitas umum, aplikasi banjir yang dapat memberi notifikasi secara real time dan masih banyak lagi.
Dikutip dari Republika.com prediksi perangkat yang terhubung dengan jaringan pada tahun 2021 berjumlah 28 miliar, dan 26 miliar diantaranya adalah perangkat yang menggunakan teknologi IoT. Untuk itu diperkirakan juga akan banyak pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pekerjanya karna akan banyak perangkat yang sudah cerdas dan IoT akan sangat mendominasi di masa yang akan datang.
Berikut ini adalah teknologi yang akan berkembang di masa depan;
Blockchain
Blockchain adalah sebuah konsep teknologi yang dapat membukukan transaksi data melalui catatan yang disebut block. Teknologi ini diklaim sebagai sistem yang paling aman karena tidak dipegang satu organisasi, melainkan ribuan komputer publik. Tahun 2017, Blockchain menjadi populer lantaran mata uang kripto sejenis Bitcoin mengalami lonjakan dengan nilai yang fantastis. Meski begitu, banyak negara yang belum melegalkan transaksi melalui mata uang digital yang satu ini. Tetapi, itu belum seberapa. Sebab, tahun 2018 digadangkan sebagai tahun mata uang kripto mulai dilirik. Selain bitcoin, alternatif mata uang digital lainnya mulai berani unjuk gigi, salah satunya adalah Etherum dan Litecoin.
Kecerdasan buatan
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) merupakan salah satu teknologi yang mewarnai sejumlah momen tahun 2017. Sebab, tahun lalu kecerdasan buatan sudah mulai bertindak sebagai komputer otonom yang dapat mengerjakan tugas tertentu.

Contohnya, robot Sophia yang diciptakan Hanson Robotics. Kecerdasan buatan yang ditanamkan pada robot ini diklaim sebagai yang paling canggih. Sebab, Sophia dapat berbicara sekaligus menanggapi lawan bicaranya, serta mengeluarkan beragam ekspresi. Sophia pun diberi kehormatan sebagai Robot pertama yang diberi kewarganegaraan oleh Pemerintah Arab Saudi. Selain Sophia, beberapa kecerdasan buatan lain telah tercipta dari tangan sejumlah ahli. Hal itu antara lain kecerdasan buatan yang mampu menulis kisah horor, hingga kecerdasan buatan yang diciptakan untuk melakukan analisis dan pemilahan data rumit untuk menggantikan manusia.
Augmented Reality (Realitas Buatan/AR)
Selain kecerdasan buatan, teknologi augmented reality (AR) atau realitas buatan banyak digunakan sejumlah perusahaan teknologi. Sebab, teknologi ini dirasa lebih mudah digunakan dibandingkan saudara jauhnya, virtual reality (VR). Guna mengadopsi AR, pengguna hanya memerlukan perangkat yang dilengkapi dengan kamera seperti smartphone. Alhasil, sejumlah obyek imajiner dapat muncul pada layar ponsel setelah pengguna mengaktifkan aplikasi yang sudah mengadopsi teknologi ini.

Permainan Pokemon Go! menjadi salah satu aplikasi berteknologi AR yang pernah hype di hampir seluruh penjuru dunia. Meski animo terhadap Pokemon GO! kini mulai menurun, sejumlah aplikasi masih menerapkan teknologi AR. Teknologi ini dinilai sebagai hal yang cukup potensial jika digunakan untuk masa depan. Saking potensialnya, dua raksasa teknologi, Google dan Apple berlomba untuk menciptakan AR terbaiknya melalui ARCore dan ARkit.
Asisten suara
Tren asisten suara banyak diterapkan tahun 2017. Sejumlah perusahaan seperti teknologi sepeti Alexa dari Amazon, Cortana dari Microsoft dan Siri dari Apple mewarnai pasar asisten suara tahun lalu. Seperti asisten pada umumnya, asisten suara mampu membantu pengguna perangkat melakukan banyak hal sesuai dengan kebutuhannya. Ia dapat membantu mengatur jadwal, membuat panggilan, serta menulis pesan singkat berasarkan perintah suara dari pemilik perangkat.
Di tahun 2018, pamor asisten suara diprediksi tidak akan meredup. Sebab penggabungan antara dunia digital dengan pekerjaan nyata merupakan hal praktis yang dibutuhkan oleh masyarakat. Belum lagi jika mengingat sejumlah perusahaan pencipta asisten suara adalah perusahaan besar yang haus akan inovasi. Bisa jadi fitur asisten suara bakal diperbarui, sehingga dapat melakukan lebih banyak perintah.
Internet of Things
Trend Internet Of Things atau yang dikenal dengan IoT semakin berkembang luas saat ini. Teknologi IoT adalah konsep perangkat yang mampu mentransfer data tanpa perlu terhubung dengan manusia, melainkan internet sebagai medianya. Sederhananya manusia tidak perlu mengontrol benda/perangkat IoT tersebut secara langsung. Melainkan manusia bisa mengontrol benda tersebut dari jarak jauh dengan smartphone masing masing.
Syarat perangkat dapat dikatakan IoT adalah, perangkat tersebut diberi chip mikrokontroller yang telah diprogram. Perangkat tersebut terhubung dengan smartphone pengguna dengan internet sebagai medianya. Jadi selama perangkat dan smartphone pengguna terhubung dengan internet, maka pengguna dapat mengendalikan perangkat tersebut dari jarak jauh.
Saat ini sudah banyak bidang-bidang pekerjaan atau alat-alat rumah tangga bahkan pemerintahan yang menjadikan IoT sebagai teknologi. Bahkan dibeberapa negara maju sudah memiliki kota pintar atau smart city yang cukup berkembang pesat.
Di Indonesia penggunaan teknologi IoT untuk menjadi Smart City sedang dikembangkan oleh Kota Jakarta dan Bandung. Sampai saat ini pembangunan Smart City di Bandung cukup berkembang dengan pesat. Kini bandung memiliki 5000 wi-fi di setiap ruang publik, Kartu Bandung Pintar yang bisa digunakan untuk berbagai macam pembayaran secara elektronik di beberapa fasilitas umum, aplikasi banjir yang dapat memberi notifikasi secara real time dan masih banyak lagi.
Dikutip dari Republika.com prediksi perangkat yang terhubung dengan jaringan pada tahun 2021 berjumlah 28 miliar, dan 26 miliar diantaranya adalah perangkat yang menggunakan teknologi IoT. Untuk itu diperkirakan juga akan banyak pekerjaan yang tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pekerjanya karna akan banyak perangkat yang sudah cerdas dan IoT akan sangat mendominasi di masa yang akan datang.
Sumber:

Komentar
Posting Komentar